Skip to main content

Menulis Bebas Tak Membebani Pikiran

Oleh: SuharsoPada: 4/19/2020

Free writing : mengejar kebahagiaan dengan menulis. Itulah rangkaian judul buku lama yang sudah saya beli sekitar tiga tahun lalu. Buku tersebut ditulis oleh Hernowo Hasim. Beliau dikenal sangat produktif menghasilkan buku. Sayangnya beliau telah dipanggil Yang Mahakuasa di usianya yang ke 61 tahun pada tahun 2018. Dari dulu saya memang sangat ingin bisa menulis. Sayang semangat saya untuk menulis masih labil. Kadang naik, kadang turun. Malahan mungkin banyak turunnya. Hingga kini.  Saya masih butuh banyak motivasi untuk menulis. Karenanya sewaktu menjumpai buku free writing itu di Gramedia, saya langsung membelinya. Pilihan kata untuk judul buku tersebut memang cukup menarik. Sangat memotivasi. Bagaimana bisa, menulis menjadi sarana mengejar kebahagiaan? Sementara yang saya r…

Memetik Manfaat Menulis Blog

Oleh: SuharsoPada: 4/14/2020

Menulis sebetulnya bukanlah hal yang sangat saya senangi. Apalagi menulis blog. Namun saya sadar, ketrampilan menulis itu amat saya perlukan. Karena itu, saya memaksa menulis lewat blog dengan harapan dapat memperoleh manfaat yang nyata. Manfaat pertama yang saya harapkan adalah adanya wadah curah ide secara jelas. Kadang, pada saat-saat tertentu saya memikirkan satu ide, lalu di saat yang lain saya menemukan ide baru lainnya yang bisa saja berkaitan, atau malah berbeda dan bertentangan. Sayangnya semua ide itu datang secara acak, bercampur aduk, dan menguap begitu saja karena tak pernah terdokumentasikan. Melalui blog, saya ingin mencurahkan ide atau pemikiran secara lebih rinci dan terstruktur. Tentu akan ada kepuasan batin yang luar biasa jika kelak ide-ide tersebut menjadi suat…

Rindu pada Ayah

Oleh: SuharsoPada: 3/31/2020

Tahukah Anda lagu berjudul "titip rindu buat ayah"? Yang seperti ini syairnya: Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa Benturan dan hempasan terpahat di keningmu Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras namun kau tetap tabah hm... Meski nafasmu kadang tersengal memikul beban yang makin sarat kau tetap bertahan Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari kini kurus dan terbungkuk hm... Namun semangat tak pernah pudar meski langkahmu kadang gemetar kau tetap setia Ayah, dalam hening sepi kurindu untuk menuai padi milik kita Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan Anakmu sekarang banyak menanggung beban Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini Keriput tulang pipimu …

Sebuah Catatan Kerja dari Rumah

Oleh: SuharsoPada: 3/30/2020

Konsep bekerja dari rumah sebetulnya bukan hal baru. Dulu kita mengenal istilah remote working . Yakni orang bekerja dari jarak jauh, tidak perlu datang langsung ke kantor. Kerjanya bisa di mana saja, tidak mesti dari rumah juga. Pokoknya sangat fleksibel. Sayang, selama ini istilah tersebut kurang populer. Untuk menerapkannya pun sepertinya masih banyak yang ragu. Apalagi di Indonesia. Kini pandemi virus corona telah mengubah segalanya. Praktik remote working benar-benar masif diterapkan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Sektor privat maupun sektor pemerintahan sama-sama melakukannya. Hanya saja, istilahnya sekarang lebih populer disebut work from home . Boleh dibilang istilah itu merupakan kata lain remote working meski sebetulnya bermakna lebih sempit. Work fr…

Melawan Rasa Khawatir Berlebihan

Oleh: SuharsoPada: 3/29/2020

Pernahkah Anda merasakan khawatir luar biasa? Khawatir atau cemas adalah sejenis perasaan negatif yang muncul karena bayangan buruk pengalaman masa lalu. Atau bisa juga disebabkan oleh terbatasnya gambaran situasi yang akan kita hadapi tepat di depan kita. Misalnya saja, saya berpengalaman buruk dipalak di Terminal Senen. Akibatnya, saya terus berperasaan negatif (khawatir) ketika harus ke terminal itu. Meskipun setelah sekali kejadian pemalakan itu, saya tak pernah mengalaminya lagi saat beberapa kali terpaksa naik bus dari tempat itu. Parahnya lagi, kekhawatiran saya malah bertambah tinggi ketika kemudian saya mendapat informasi bahwa di sekitar lokasi terminal itu memang merupakan sarangnya para preman. Benar tidaknya saya tak pernah membuktikan. Namun imajinasi saya membayang…

Menjaga Semangat Belajar Sepanjang Hayat

Oleh: SuharsoPada: 3/26/2020

Salah satu manfaat yang ingin saya peroleh dari menulis blog adalah menjaga semangat belajar sepanjang hayat ( lifelong learning ). Pernahkah Anda mendengar istilah tersebut, yang juga dikenal sebagai belajar seumur hidup itu? Saya sendiri memaknainya secara sederhana sebagai upaya manusia untuk memutakhirkan pengetahuan sepanjang hidupnya tanpa dibatasi oleh masalah usia dan formalitas pendidikan. Artinya, tak peduli berapapun usia kita, selagi masih muda ataupun saat sudah tua nanti, kita tetap perlu terus belajar. Kita bisa juga menyebutnya sebagai belajar berkesinambungan ( continuous learning ). Nasihat klasik yang masih lekat dalam ingatan saya adalah: Tuntutlah ilmu (belajarlah) dari ayunan sampai liang lahat! Dalam belajar berkesinambungan, kita tak perlu membatasi bahwa…

Kisah Tragis Terciptanya Aksara Jawa

Oleh: SuharsoPada: 3/25/2020

Suku Jawa termasuk suku yang memiliki budaya khas yang patut untuk dilestarikan. Salah satu bukti budaya yang menunjukkan betapa luar biasanya suku ini tercermin dari media komunikasi tulis yang dimilikinya. Suku ini memiliki sistem tulisan sendiri yang bisa disetarakan dengan sistem tulisan terkenal di dunia seperti Latin, Arab, Cina atau Jepang. Sayangnya sistem tulisan yang biasa disebut aksara Jawa itu kini sudah tak begitu populer, termasuk di kalangan anak muda suku Jawa sendiri. Bahkan sewaktu saya SD dan SMP pun banyak yang mengalami kesulitan untuk membaca dan menuliskannya. Ujian aksara Jawa mungkin dirasakan lebih sulit dibanding ujian matematika. Beruntung saya waktu itu mendapatkan nilai lumayan, walau sekarang ternyata sudah lupa juga bagaimana membaca dan menuliskan…

Tujuan Bukanlah yang Utama

Oleh: SuharsoPada: 3/24/2020

Keinginan adalah sumber penderitaan Tempatnya di dalam pikiran Tujuan bukan utama Yang utama adalah prosesnya Penggalan lirik lagu berjudul 'Seperti Matahari' tersebut tiba-tiba terngiang di benak saya saat duduk termenung kemarin malam. Lagu itu adalah salah satu lagu dalam album 'Suara Hati' karya Iwan Fals yang sempat saya beli kasetnya sewaktu kuliah pada tahun 2002-an. Sarapan pagi sebelum kuliah terasa begitu nikmat ditemani alunan nada dan syairnya yang sangat indah meski diputar dengan tape recorder butut kesayangan saya kala itu. Lirik lagu itu memang cukup menggetarkan. Yang kemudian membuat saya kembali teringat padanya kali ini adalah bagian bait yang menyitir tentang 'penetapan tujuan'. Konsep penetapan tujuan amat lekat dengan konsep…