Skip to main content

Mimpi Pak Dedhi

Oleh: SuharsoPada: 8/23/2020

Saya tiba-tiba terkejut sekaligus terharu, di pagi menjelang siang saat sedang menunggu sarapan hari ini (23/08/2020). Senior sekaligus mentor saya yang saat ini sedang sakit dan dirawat di ruang isolasi COVID-19 salah satu rumah sakit di daerah Bogor bercerita tentang mimpinya. Beliau bernama Dedhi Suharto. Seorang doktor lulusan Institut Pertanian Bogor dan juga pegawai negeri di tempat saya bekerja. Di luar sana beliau lebih dikenal sebagai ustad. Berkat konsistensinya untuk selalu dekat dengan Islam, masjid, dan tentu saja umat. Di kantor, beliau adalah senior saya. Kami pernah bekerja bersama dalam satu tim. Orangnya sederhana dan dekat dengan anak buah. Kami dalam satu tim lebih merasakan beliau sebagai teman dekat, alih-alih sebagai atasan. Dalam bidang pekerjaan yang menuntut ba…

Selamat Tahun Baru 1442 Hijriah

Oleh: SuharsoPada: 8/20/2020

Yei... hari ini memasuki hari pertama tahun 1442 Hijriah. Selamat tahun baru. Semoga kesempatan ini menjadi momentum hadirnya semangat baru yang lebih baik. Mari terus berikhtiar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun-tahun yang telah lalu. Semoga segalanya dimudahkan. Situasi pandemi segera berakhir dan keadaan negeri ini pulih seperti sediakala. Duh Gusti Allah Yang Maha Kekal, yang tanpa permulaan, Engkaulah zat yang mengawali segala sesuatu. Dengan segala kemurahan-Mu, kiranya Engkau berkenan membukakan lembaran baru yang indah pada awal tahun 1442 Hijriah ini. Juga pada hari-hari seterusnya. Lindungilah kami dari segala godaan setan yang terkutuk beserta sekutu-sekutunya. Kiranya Engkau juga berkenan mengindarkan kami dari segala godaan nafsu yang mengarah pada kejahatan.…

Dirgahayu Negeriku

Oleh: SuharsoPada: 8/17/2020

Hari ini, 75 tahun yang lalu para pendiri bangsa meneguhkan tekad mereka untuk mendirikan sebuah negara merdeka dan berdaulat bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tentunya semua itu bisa terwujud berkat semangat dan visi yang kuat dari para pendiri bangsa. Kini menjadi tugas kita untuk terus menjaga kobaran api semangat itu. Tidak elok rasanya hanya berpangku tangan menunggu nasib. Momentum peringatan kemerdekaan seyogyanya kita jadikan sebagai titik perenungan, untuk meluruskan kembali niat dan upaya yang telah lalu. Perjuangan kita melawan pandemi COVID-19 pada tahun 2020 ini belumlah sebanding dengan pengorbanan para pahlawan bangsa. Karena itu, mari terus berlomba untuk berkontribusi nyata, mewujudkan cita-cita luhur mereka. Yakni Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, …

Menulis Bebas Tak Membebani Pikiran

Oleh: SuharsoPada: 4/19/2020

Free writing : mengejar kebahagiaan dengan menulis. Itulah rangkaian judul buku lama yang sudah saya beli sekitar tiga tahun lalu. Buku tersebut ditulis oleh Hernowo Hasim. Beliau dikenal sangat produktif menghasilkan buku. Sayangnya beliau telah dipanggil Yang Mahakuasa di usianya yang ke 61 tahun pada tahun 2018. Dari dulu saya memang sangat ingin bisa menulis. Sayang semangat saya untuk menulis masih labil. Kadang naik, kadang turun. Malahan mungkin banyak turunnya. Hingga kini. Saya masih butuh banyak motivasi untuk menulis. Karenanya sewaktu menjumpai buku free writing itu di Gramedia, saya langsung membelinya. Pilihan kata untuk judul buku tersebut memang cukup menarik. Sangat memotivasi. Bagaimana bisa, menulis menjadi sarana mengejar kebahagiaan? Sementara yang saya rasaka…

Memetik Manfaat Menulis Blog

Oleh: SuharsoPada: 4/14/2020

Menulis sebetulnya bukanlah hal yang sangat saya senangi. Apalagi menulis blog. Namun saya sadar, ketrampilan menulis itu amat saya perlukan. Karena itu, saya memaksa menulis lewat blog dengan harapan dapat memperoleh manfaat yang nyata. Manfaat pertama yang saya harapkan adalah adanya wadah curah ide secara jelas. Kadang, pada saat-saat tertentu saya memikirkan satu ide, lalu di saat yang lain saya menemukan ide baru lainnya yang bisa saja berkaitan, atau malah berbeda dan bertentangan. Sayangnya semua ide itu datang secara acak, bercampur aduk, dan menguap begitu saja karena tak pernah terdokumentasikan. Melalui blog, saya ingin mencurahkan ide atau pemikiran secara lebih rinci dan terstruktur. Tentu akan ada kepuasan batin yang luar biasa jika kelak ide-ide tersebut menjadi suat…

Rindu pada Ayah

Oleh: SuharsoPada: 3/31/2020

Tahukah Anda lagu berjudul "titip rindu buat ayah"? Yang seperti ini syairnya: Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa Benturan dan hempasan terpahat di keningmu Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras namun kau tetap tabah hm... Meski nafasmu kadang tersengal memikul beban yang makin sarat kau tetap bertahan Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari kini kurus dan terbungkuk hm... Namun semangat tak pernah pudar meski langkahmu kadang gemetar kau tetap setia Ayah, dalam hening sepi kurindu untuk menuai padi milik kita Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan Anakmu sekarang banyak menanggung beban Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini Keriput tulang pipimu g…

Sebuah Catatan Kerja dari Rumah

Oleh: SuharsoPada: 3/30/2020

Konsep bekerja dari rumah sebetulnya bukan hal baru. Dulu kita mengenal istilah remote working . Yakni orang bekerja dari jarak jauh, tidak perlu datang langsung ke kantor. Kerjanya bisa di mana saja, tidak mesti dari rumah juga. Pokoknya sangat fleksibel. Sayang, selama ini istilah tersebut kurang populer. Untuk menerapkannya pun sepertinya masih banyak yang ragu. Apalagi di Indonesia. Kini pandemi virus corona telah mengubah segalanya. Praktik remote working benar-benar masif diterapkan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Sektor privat maupun sektor pemerintahan sama-sama melakukannya. Hanya saja, istilahnya sekarang lebih populer disebut work from home . Boleh dibilang istilah itu merupakan kata lain remote working meski sebetulnya bermakna lebih sempit. Work from h…

Melawan Rasa Khawatir Berlebihan

Oleh: SuharsoPada: 3/29/2020

Pernahkah Anda merasakan khawatir luar biasa? Khawatir atau cemas adalah sejenis perasaan negatif yang muncul karena bayangan buruk pengalaman masa lalu. Atau bisa juga disebabkan oleh terbatasnya gambaran situasi yang akan kita hadapi tepat di depan kita. Misalnya saja, saya berpengalaman buruk dipalak di Terminal Senen. Akibatnya, saya terus berperasaan negatif (khawatir) ketika harus ke terminal itu. Meskipun setelah sekali kejadian pemalakan itu, saya tak pernah mengalaminya lagi saat beberapa kali terpaksa naik bus dari tempat itu. Parahnya lagi, kekhawatiran saya malah bertambah tinggi ketika kemudian saya mendapat informasi bahwa di sekitar lokasi terminal itu memang merupakan sarangnya para preman. Benar tidaknya saya tak pernah membuktikan. Namun imajinasi saya membayangka…